Bertemu,

1617 Words

Pagi itu, Revan sudah duduk di ruangan yang disediakan. Gedung yang memang ingin dia datangi semenjak bicara dengan Rafael kemarin. RADITH CREATIVE HOUSE dengan d**a terasa lebih sesak dari biasanya. Ada kecemasan saat dirinya memutuskan untuk mendatangi seseorang, berdalih mengajak mereka untuk kerja sama. Bangunannya yang dari depan sana tidak terlalu tinggi, dominan kaca, modern—terlihat seperti tempat orang-orang dengan ide cemerlang dan kepala penuh konsep berlalu-lalang. Dunia yang sangat berbeda dari kliniknya. Apakan ini dunia wanita itu yang dia inginkan sejak dulu? Dunia Nayara? Ia sedari tadi terus menarik napas panjang. Menetralkan degup jantung dan kegugupan yang sedari tadi saling mengusik di dalam dadanya. Ruang pertemuan itu tidak besar, tapi tertata rapi. Meja kayu p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD