16

1513 Words

Nayara memutar kenop pintu kamarnya dengan gerakan ragu. Suara gesekan kayu menandakan bahwa pintu ini sudah cukup lama tak dia buka. Begitu pintu terbuka, benar saja, aroma sedikit pengap dan campuran debu menyeruak ke penciuman Nayara. Sepertinya kamar lamanya ini tak pernah di bersihkan. Ya memang, jelas tak ada yang membersihkan. Tak ada pembantu di rumah ini. Hanya pengasuh Mama Aruna yang sesekali datang untuk menjaga Mama. Kamar ini terletak di lantai dua, di antara ruang kerja Almarhum Ayah yang sudah tak terpakai, juga ruangan kosong untuk tempat penyimpanan baranga. Dulu, kamar ini adalah kamar yang menjadi tempat paling dirindukan oleh Nayara jika seharian lelah dengan aktivitasnya. Namun, kini kamar ini terasa asing baginya. Bukan lagi tempatnya pulang. Bukan lagi tempat yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD