23

1827 Words

Pesan singkat dari Rafael bebwrapa saat yang lalu benar-benar mengubah debaran jantung dan napas Revan. Di tengah rencananya untuk beristirahat sejenak dari pasien-pasien kliniknya, kabar tentang Aruna—ibu Nayara—menghantamnya seperti badai mendadak. Rafael: Van, lo di mana? Bantu gue ya, lo cek Nayara di apartemennya. Revan: Kenapa? Rafael: Bantu gue jaga Nayara. Tante Aruna masuk rumah sakit. Beliau lukain diri. Revan: Serius? Rafael: Lo udah nggak di klinik kan? Jangan bilang apa-apa dulu ke Nayara. Gue takut traumanya kambuh lagi. Gue perlu waktu buat stabilin keadaan di sini sebelum dia tahu. Revan terdiam cukup lama menatap layar ponselnya. Ada amarah, tapi lebih banyak rasa sakit yang merayap di dadanya. Ia marah pada keadaan, dan ia merasa sesak membayangkan bagaimana rapuhny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD