Nadia tiba di kantor Hendra dengan tumpukan kotak kue di tangannya. Ia baru saja mengantar pesanan rutin yang diminta oleh mereka. Pelipisnya sedikit berkeringat karena Surabaya panas hari ini. Biasanya kue akan diantar pagi-pagi. Namun kemarin Bianca mengabari kalau pesanan hari ini diantar siang. Untungnya Nadia memiliki mobil dari hasil usahanya. Sehingga tak perlu berpanas-pansan di jalan. Sebuah mobil second tapi kondisinya layak pakai. Mobilnyang dibelinya dengan bersusah payah. "Hey, Nad. Udah anter?" sapa Bianca, asisten pribadi Hendra, yang sering menjadi perantara dalam setiap pesanan. "Hai, Bi. Ini barusan dari pantry." Bianca melirik tangan kiri Nadia dan langsung memperhatikan cincin cantik yang tersemat di jari manisnya. Mata Nadia berbinar-binar. Senyum lebar terukir

