142~DS

1816 Words

“Kata bu Wati, nanti siang kamu pergi ke ruko,” tanya Bintang sambil memangku Asa di kursi makan. Ia menatap Sinar yang tengah mencuci piring kotor Asa setelah sarapan. “Yang mau dijadikan tempat toko roti.” Entah mengapa, Bintang merasa belakangan ini Sinar tidak sehangat dulu. Wanita itu juga tidak lagi pernah bermanja padanya seperti biasa. Sinar mencoba melakukan semua seorang diri dan tidak lagi pernah terdengar ucapan minta tolong dari mulut wanita itu. “Sekitar jam 10an,” ujar Sinar setelah mengangguk. “Mungkin cuma satu jaman, habis itu aku pulang. Tapi, aku pergi dari jam delapan, soalnya mau antar anak-anak ke rumah omanya. Kangen katanya. Mungkin, nanti sekalian tidur di sana. Entar deh aku kabarin kalau jadi. Biar besok pagi, mas Bin ke rumah ayah aja, nggak usah ke sini.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD