147~DS

1412 Words

Sinar baru memasuki mobil dan memasang sabuk pengaman, ketika pintu kaca mobilnya diketuk. Melihat Pras berdiri di luar sana, ia pun segera menurunkan kaca dan mendongak. “Apa?” tanya Sinar tidak lagi memiliki tenaga karena sudah terlampau lelah. “Keluar.” “Apa lagi siiih.” Sinar merengek. Meletakkan sisi wajahnya di bingkai jendela. “Aku capek. Belum sempat makan nasi. Jadi jangan diganggu pleaseee …” “Keluar aku bilang,” titah Pras mengulang perintahnya. “Praaas.” Sambil merengek, Sinar akhirnya melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil. “Dengar, aku–” “Masuk,” titah Pras menggeser tubuh Sinar, lalu masuk ke mobil dan duduk di belakang kemudi. “Duduk di depan! Bukan di belakang.” Sinar memekik kesal, menghentak kaki sambil mengitari mobil lalu memasukinya. Memasang sabuk peng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD