94 | Janji Baja 🚫

1301 Words

Aylin menepuk-nepuk dadaa Baja yang saat itu masih memagut bibirnya. Ayolah ... ini di ruang tengah! Coba gimana kalau sampai si mbok melintas, melongok, atau memergoki? Kan, malu. Baja pun memberi jarak, selesai sudah mereguk nikmatnya bibir Aylin. Well ... ini pertama kali Baja buka puasa dengan menu berbeda. Sangat berbeda. Dan itu membuatnya gembira, meskipun setelahnya Aylin langsung cubit-cubit. "Mas, ih! Gimana kalau ada si mbok lihat?" Baja tidak peduli. Wajah Aylin merah padam. Berbeda dengan suami, Aylin sangat peduli pada apa yang orang lain lihat; kalau-kalau itu dirinya sedang berciuman, ya, nggak mau kepergoklah. Huh, dasar! Cowok mesumm. Baja seakan bisa menerjemahkan isi kepala istrinya dari sorot mata itu. Sekarang Aylin sudah melenggang menuju dapur, sementara ...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD