93 | Berbuka dengan Manis-Manis

1313 Words

"Lin, mau beli parsel buat Lebaran nggak nanti? Kalau mau, di aku ada." "Berapaan, tuh, Ra? Isi apa?" "Nih, liat sendiri aja katalognya. Eh, aku kirim ke WA kamu aja, ya." "Oke." "Paket kue-kue Lebarannya juga ada, Lin. Mau ikutan, gak? Kamu, kan, udah jadi IRT, nih, sekarang." "Hubungannya apa sama udah jadi IRT?" "Ya, adalah." Itu obrolan antara Rara dan Aylin. "Ya udah, nanti aku tanya suamiku dulu, ya." "Uhuy ... suamiku, Guys!" Yang lain berdeham-deham ria, Aylin cengengesan. "Ngomong-ngomong, suami kamu Pak Baja dosen di gedung F bukan, sih?" "Yang punya Nusantara Furnishing, kan, Lin?" "Iya, kenapa gitu?" Aylin meletakkan ponsel di meja. "Itu nanti semester tujuh kita belajar sama beliau, tahu. Ada matkulnya." "Wah, wah, jadi gak sabar. Suami ngajarin istri di kelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD