"Lin, nyampe. Ayo turun." Tapi Aylin susah dibangunkan. Ini di stasiun ibu kota, sudah kembali dari Yogyakarta. "Aylin!" Maaf, sepertinya Maharani harus mencubit agak keras agar Aylin lekas bangun. Takutnya kereta kembali jalan dan mereka malah terbawa. Aylin mengerang. "Bangun, oi! Udah nyampe, buruan." Maharani bahkan sudah siap dengan ransel dan tas oleh-olehnya. Aylin mengerjap. "Udah nyampe?" "Iya, ayo. Nanti kebawa jalan lagi, lho, sama keretanya. Cepet!" Aylin pun gegas bangkit. Dia menerima juluran koper dari Maharani. Yeah, Aylin bawa koper, padahal cuma main dua hari. Koper kecil, sih. Mereka lalu turun. Aylin merogoh ponsel di tas selempang. Menelepon mas suami, sudah Aylin kabari saat dirinya on the way dari Yogyakarta selepas magrib tadi. Auto sampai di jam-jam larut.

