"Dasar nggak berguna!" Itu hari raya, hari orang-orang yang sedang berbahagia. Namun, Maharani pengecualian. Sejenak melihat dari sudut pandangnya. Rani tidak menyangka bila hari ini akhirnya datang juga, padahal sudah bertahun-tahun Rani merasa bebas. Merasa terputus ikatannya dari sosok itu. "Selama ini kalian berteman, tapi nggak ada satu pun hal yang kamu manfaatkan dari kedekatan itu, huh?!" Maharani meringis. Rambutnya ditarik. "Udah berapa tahun lewat ini, Rani? Dari kalian SMP!" Maharani menunduk, sudah dilepas jambakan di rambut. Dari tadi memilih diam. "Nggak guna!" Maharani memejamkan mata. "Jangan bilang kamu malah ngebeberin semuanya ke dia?" Rani diam. "Maharani, jawab Mama!" Mama katanya .... Maharani tidak tahu kenapa dia harus lahir dari rahim wanita jahat itu

