Udara pagi Banyuliang sangat sejuk, Aylin memakai daster tidur motif bunga kecil-kecil. Warnanya pink dapat belikan papi dulu, Aylin sengaja bawa yang ini, bukan piama boneka. Ada, sih, lingerie—tentu ini khusus buat menggoda om suami. Rambut Aylin dicepol, masih berantakan. Dia belum mandi. Aylin memakai kardigan rajut juga karena di sini dingin. Aylin keluar diajak Nek Santi ke tukang sayur. Pengin pamer cucu cantik katanya. Ya sudah, Aylin jabani. Sudah pamit ke om suami dan diberi izin. "Ini anaknya Rea, Bu Santi?" "Iya, nih. Cucuku yang paling cantik, lain-lainnya laki semua." Nenek ketawa-ketiwi. Aylin senyum membalas sapaan ibu-ibu di tukang sayur. "Pasti nggak pernah nyuci piring, ya, Bu. Kelihatan dari bentuk jarinya, bagus-bagus, nggak ada goresan." Itu bicara soal Aylin

