"Beneran nggak boleh?" Langkah Aylin menyesuaikan pijakan suami, dia juga bertingkah gelendotan. "Mas?" "Boleh, sama Mas." Baja tetap dengan jawabannya. Aylin mengerucutkan bibir. "Nanti aku kasih jatah yang sering." "Nggak dikasih juga biasanya Mas dapat." Dih! Aylin langsung melepas cekalannya di lengan suami. "Mulai sekarang bakal susah!" "Kalau kamu nggak takut dilaknat malaikat. Kan, katanya kalau istri nolak hubungan badan sama suami, nanti malaikat melaknat, lho." "Nggak usah bawa-bawa aturan agamis, ya. Nggak bakal mempan." Aylin melenggang masuk rumah. Tentu saja di sini sudah ada si mbok dan pekerja lainnya. Mereka kembali masuk sehari sebelum Aylin dan Baja pulang dari Banyuliang. Aylin menutup pintu kamar dengan agak membanting, dia sedang merajuk. Tapi sepertinya tidak

