92 | Cinta yang Utuh

1510 Words

Baja menatap Aylin yang masih lelap. Bagian bahu tanpa busananya terekspos karena selimut turun. Tentu membuat area dadaa juga sedikit mengintip. Baja lalu menyentuh sisi wajah cantik itu, membelainya. Perasaan Baja membuncah. Rasa sayangnya bertambah. Baja lalu mengulas senyum, merangsek mendekat, dia peluk tubuh Aylin yang orangnya masih lelap. Harusnya segera bangun dan sahur. Baja tidak kembali tidur, dia hanya sedang menikmati momen di mana perasaannya bertambah berkali-kali lipat untuk Aylin. Apa ini lebay? Tapi kalaupun lebay, biarlah. Siapa yang akan memprotes Baja karena makin tergila-gila kepada istri sendiri? Siapa yang akan menghakimi Baja karena cintanya untuk Aylin naik level? Dia tidak sedang mencintai istri orang lain, jadi ini sah-sah saja, kan, sekali pun cinta Baja ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD