Syila menatap ke luar jendela kamar. Pikirannya mengawang pada masa remaja. Segalanya terasa menyenangkan sebelum dirinya melihat nikmat yang orang-orang berada miliki. Mereka yang punya kuasa, punya banyak harta, Syila terpikir untuk menjadi bagian orang-orang ini. Tapi bagaimana caranya? Sebelum Syila melihat sebuah pertengkaran ayah ke anak, di mana saat itu dirinya langsung terpikir untuk mendekati si anak. Laki-laki. Lebih tua dari Syila. Dan ... Deas namanya. Anak lelaki itu naik mobil soalnya, terpantau diantar-jemput. Makin lama Syila makin tahu bahwa Deas adalah putra dari pemilik sekolah. Tampan. Banyak hal terjadi setelah itu, Syila pun mengikat diri dengan mengandung darah daging sang kekasih. Namun, usianya masih terlalu dini untuk jadi seorang ibu. Tapi karena putra pemi

