127 | Insting Aylin

1849 Words

Suara pintu besi menutup terdengar nyaring. Bunyi 'brak' menyentak. Maharani sampai terlonjak. Tubuhnya refleks menegang. Ya, dia Maharani. Berdiri kaku beberapa detik sebelum akhirnya dipaksa melangkah masuk oleh petugas. Rasanya seperti mimpi ... mimpi buruk. Kehidupan Maharani sebelum minggu ini bukankah sangat indah? Ralat, sebelum bulan ini. Tawa candanya bersama Aylin, obrolan-obrolan hangat dan ringan, lalu kasih sayang dari papa sambung, juga kehidupan normalnya sebagai mahasiswa di kampus. Dalam sekejap berubah. Ibarat kehidupan adalah warna, Maharani memiliki dunia pink ceria tadinya, lalu langsung berganti menghitam. Itu karena satu perbuatan bodoh yang Maharani ambil dari semua pilihan, terlepas dari bagaimana risikonya. “Masuk,” ujar polisi singkat. Ya, polisi. Kalia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD