131 | Sidang

1432 Words

Maharani menunduk. Sejak tadi hening. Di depannya masih ada Om Raja yang entah gerangan ada apa datang. Pikir Rani, ya, karena disuruh Pak Jaya. Cuma, kok, dari tadi diam saja, ya? Saat Maharani menaikkan pandangan, pria itu ternyata sedang menatapnya. "Ada ... yang perlu disampaikan, Om?" Pelan vokal Rani mengalun. Lama bersitatap sampai-sampai Maharani tidak tahan, kembali menunduk. Terdengar helaan napas cukup panjang. Yang pastinya dari sosok di depan Rani. "Untuk saat ini nggak ada." Lho? Terus? Maharani menatap pria di depannya—lagi. Jika tidak ada, lantas untuk apa ke sini? Kening Rani sampai mengernyit. Tapi lihatlah, benar-benar tidak ada. Raja berlalu. Maharani pun kembali ke dalam selnya. Mungkin sesuatu yang sulit diutarakan karena sangat berat, mungkin juga sangat me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD