108 | Terjebak Macet 🚫

1507 Words

"Yang bener aja, dong, Mas. Kalo kita mampir-mampir dulu di hotel, nanti kelamaan nyampenya." "Nggak pa-pa, kan, udah ada rombongan Papi Jaya yang duluan sampai, Lin. Lagi pula ini kita terjebak macet." Dan kebetulan di depan sana ada hotel, di sebelah kiri pula. Kan, Baja tinggal belok. Well, mereka sudah keluar dari tol. Tapi masih di area kota, belum masuk ke kawasan desa-desa. Bahkan ini sudah lewat empat jam. Berangkat jam sepuluhan, belum nyampe, tetapi sudah masuk pukul dua siang. Sepertinya memang akan telat. Ini yang bikin lama bukan di Jakarta atau tolnya, tetapi area jalan raya kota menuju desa. Banyak kendaraan ber-plat B dan luar kota lain menuju arah sana, tampaknya mau pelesir mumpung mudik. "Ya, tapi nggak check in dulu juga, dong." "Nggak pa-pa. Kalau ada yang notice

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD