Mulai Egois.

1107 Words

Kamelia tak bisa menahan emosinya kali ini, dia langsung beranjak dari kursinya kemudian menghentak langkah pergi ke kamar. Fatya pun terdiam, tak ingin berkomentar di dalam situasi ini. Dia ingin melihat bagaimana Aksa mengambil sikap. “Maaf, Bu!” ucap Aksa dengan wajah sendu. Fatya menghela nafas dan menatap menantunya itu. “Tenangkan dia dulu. Kehamilan juga membuat perasaannya lebih sensitif dan emosinya tidak stabil!” katanya. Aksa mengangguk. Setidaknya Fatya tidak memojokkannya dan bersikap lebih bijak disini. Aksa pun permisi mengikuti Kamelia menjuu kamarnya. Begitu di kamar, dilihatya Kamelia sedang duduk di kusen jendela kamar. Aksa mengerjap melihat kondisi kamar yang dalam sekejap sudah berantakan bak kapal pecah, rupanya Kamelia benar-benar marah kali ini. “Sayang,” pang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD