Kembali ke kota, Aksa bermaksud untuk mengantar Kamelia pulang ke kosannya. Mereka baru saja pulang belanja dan ada membawa pulang beberapa kantong kertas berisi pakaian, sepatu dan tas dari berbagai toko dan butik terkenal di mall. “Mau beli apa buat makan malam nanti? Atau nanti aku transfer saja, biar kamu bisa beli makanan sendiri yang kamu suka,” kata Aksa. Kamelia tak segera menjawab, sejak tadi dia kebingungan dengan sikap Aksa yang begitu memperhatikannya dan membelikannya banyak barang. Sudah pasti semua itu tidak murah, dan dia berpikir harus dengan cara apa dia membayar semuanya. “Aoa yang Baoak inginkan sebenarnya? Bagaimana saya membayar semua yang sudah Bapak berikan sama saya, termasuk biaya pengobatan dan operasi ibu,” ucap Kamelia, emosinya mulai naik dan suaranya berg

