“Aaahhh ….” Sarah mendesah panjang merasakan pelepasannya, dia terkulai lemas bersandar di kaca jendela mobil. Tersenyum puas pada Jerry yang sedang membersihkan tangannya dengan tisu basah. “Kamu memang selalu tahu cara membakar gairahku, Jerry, tidak sia-sia aku menghabiskan uangku buat kamu, Sayang!” ucapnya sambil lalu mengecup bibir Jerry yang mendekat padanya. Jerry tersenyum seraya menarik Sarah untuk kembali duduk tegak. “Sama-sama, Sayangku. Kita saling menguntungkan, karena aku juga merasa puas setiap kali bercinta dengan kamu. Tubuhmu harum dan masih rapat!” ucapnya berbisik vulgar di akhir kalimat. Sarah tertawa bangga karenanya. Mereka melanjutkan perjalanan menuju daerah Puncak dimana villa yang dikatakan Jerry berada. Senyum Sarah langsung mengembang begitu melihat vi

