Aksa tertawa kecil melihat ketakutan di wajah Kamelia, padahal dia hanya … “Bawa pakaianku ke laundry, bukannya kamu bilang mau melakukan apa saja? Karena ini semua adalah kesalahanmu!” tukasnya. Karena berwajah imut dan menggemaskan begitu, lanjut Aksa dalam hati. Kamelia yang sudah hampir menangis ketakutan pun seketika terpaku dan mengangkat wajahnya, tangisnya berhenti saat itu juga dan menatap Aksa dengan mata membulat. “Hah? Apa?” sahutnya kaget. Tapi Kamelia lalu kembali memejamkan mata dan memalingkan wajahnya ketika melihat Aksa menurunkan celananya begitu saja di depan matanya. “B-Bapak mau apa sebenarnya?” pekiknya tertahan, heran dan bingung dengan tingkah ajaib Aksa yang bahkan tak merasa malu di hadapannya. Aksa mengangkat alis, dia memegang celananya dan dia masih m

