Terbangun di Rumah Sakit.

1120 Words

“Sabar, Lia, semua pasti ada jalan dan rejekinya!” hembusnya, sambil tangannya menyentuh perutnya yang terasa keroncongan karena sejak siang tadi belum makan. Kamelia berjalan keluar dari kantor dengan kepala mulai terasa pusing, sesekali dia meringis memegangi perutnya yang perih. Dia memiliki riwayat maag, jadi telat makan sebentar saja lambungnya terasa perih luar biasa. “Duh, pusing begini!” keluhnya oelan seraya berpegangan pada tembok oagar. “Mbak? Kenapa. Mbak?” Kamelia menoleh pada satpam yang menghampirinya. “Nggak apa-apa, Pak,” jawabnya mengulas senyum. Satpam itu memperhatikan Kamelia dari atas ke bawah dan sebaliknya. “Mbak karyawan baru, ya? Saya baru lihat,” katanya. Kamelia mengangguk saja menjawabnya, dia merapatkan bibir menahan rasa perih yang menjadi-jadi di da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD