Oleh karena memang posisinya yang lebih dekat ke pintu, Kamelia pun sedikit memajukan tubuhnya dan menekan tombol di dinding ruangan besi baja itu. “Ada apa di lantai 3? Bukannya taman di lantai bawah?” tanya Kamelia heran. Tiba-tiba saja Kamelia merasa tubuhnya membeku ketika tangan Aksa mendarat di bahunya, meremasnya dengan lembut. “Karena apa yang ingin aku tunjukkan ada di sana!” tukas Aksa Kamelia semakin bingung karenanya, sekaligus tak sabar ingin segera tahu apa yang direncanakan oleh Aksa. Berbagai dugaan muncul dan membuatnya waspada, mana tahu ternyata Aksa benar-benar ingin mengerjainya. Otaknya penuh dengan berbagai dugaan gelap yang menuding Aksa akan berbuat macam-macam. Dia memang akan merelakan diri jika memang Aksa meminta, tapi bukan berarti pria itu bisa berbuat s

