Sore menjelang. Kamelia perlahan bangun, sejenak dia terdiam merasakan kondisi tubuhnya yang dirasa sudah membaik. Masih lemas hanya saja keoalanya tak pusing lagi serta perutnya sudah terasa nyaman. “Dan sekarang aku lapar!” gumamnya. Dilihatnya meja kecil di samping ranjang, masih ada roti coklat dan buah-buahan yang dibawakan Mirna tadi pagi. “Tapi aku ingin yang berkuah dan hangat,” ucap Kamelia lagi. “Tapi apa? Aku juga nggak punya uang,” keluhnya. Akhirnya dia hanya duduk termangu, merasakan perutnya yang lapar serta keinginan untuk menikmati makanan berkuah. “Aku ingin soto Bogor, kayaknya enak banget!” gumamnya seraya tertawa kecil. Tak mau hanya terdiam saja, Kamelia akhirnya mengalah, meraih bungkusan roti yang ada di meja dan menikmati beberapa sobekannya. Dia meringis me

