Fatya tersenyum sambil mengusap air mata di wajah Kamelia. “Terlepas dari bagaimanapun caranya, wanita tetaplah menjadi seorang ibu ketika dia sudah memiliki anak. Semua wanita memiliki cerita tersendiri tentang prosesnya, tapi satu hal yang sama adalah perjuangannya. Sama-sama mempertaruhkan nyawa di antara hidup dan mati demi mengantarkan anak tercinta ke dunia fana ini!” ucap Fatya penuh bijak. Kamelia mengangguk membenarkan hal itu, dia juga tak bisa menahan haru sejak tadi, tak percaya jika akhirnya dia memiliki seorang anak. Dia lalu menoleh pada Aksa yang juga tersenyum menatapnya, bahagia terpancar dari sorot mata masing-masing. “Sudah dapat nama untuk anak kita?” tanya Kamelia sambil menggendong bayinya. Aksa berpikir sejenak. “Kamu nggak ngasih tahu jenis kelamin anak kita, j

