Aksa mencoba menolak kemesraan yang diberikan Sarah secara halus, dia tahu Kamelia pasti sedang mengawasinya dari balik meja sana. “Ah, bukannya kamu mau ke salon? Sudah?” tanya Aksa seraya memegang tangan Sarah yang dengan agresif membelainya sejak tadi. “Belum, aku baru dari rumah Takizaki, Ara mengalami kontraksi gara-gara bertengkar sama Hugo. Entahlah, dia selalu bikin aku pusing walaupun sudah nggak tinggal serumah!” gerutu Sarah mendengus kesal. “Kamu kan ibunya, sudah sewajarnya kamu peduli sama dia, Sayang!” ujar Aksa, heran sendiri dengan sikap Sarah yang seringkali bertengkar dengan anak kandungnya sendiri. “Iya, tapi aku juga punya urusan sendiri, Mas. Dia sudah menikah dan sudah bukan tanggung jawab kita sebagai orang tuanya, seharusnya dia bisa mengurus dirinya sendiri!

