(++) Interview Panas.

1116 Words

Aksa mengerang, merasakan mulut hangat Kamelia melingkupi seluruh batang kejantanannya. Dia menunduk, melihat pemandangan erotis yang sedang terjadi di bawah meja. Bagaimana Kamelia melakukannya dengan lembut dan perlahan, tangan lentiknya tampak tak mampu menggenggam batang kejantan Aksa dalam satu pertemuan jemarinya. “Oh, f**k … kamu pintar sekali, Sayang!” erang Aksa mendesah nikmat, tangannya pun ikut membantu memegangi rambut ikal Kamelia agar tidak mengganggu gerakannya. “Mmhh, ohh, mmhh ….” Kamelia menggumam pelan, dia pun ikut menikmati dengan penuh gairah. Gerakan tangannya semakin lincah, diiringi gerakan kepalanya yang semakin rajin turun naik di atas pangkuan Aksa. “Oh, Sayang, lebih cepat …,“ erangnya. Kamelia pun semakin bersemangat, dia menaikkan tempo gerakannya. Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD