Keluarga yang Hangat.

1114 Words

Di rumah Takizaki, terlihat suasana lebih tenang. Zalikha sibuk merawat kedua bayi kembarnya, selagi Daylon pergi ke kantor. Kamelia pun terlihat baru selesai mandi ketika terdengar ketukan di pintu kamar. “Y-ya?” sahutnya, agak gugup dan masih canggung menerima perlakuan hormat dari para pelayan di rumah itu. “Nona, sarapannya sudah siap. Anda mau turun ke ruang makan atau kami bisa antarkan kemari?” tanya seorang pelayan dari luar sana. Kamelia termangu, rasanya tidak enak jika dia minta dilayani di rumah orang seperti ini. Meski dia juga berasal dari keluarga berada, namun tinggal di rumah keluarga Takizaki merupakan level yang berbeda menurutnya. “Aku akan turun!” sahutnya kaku. “Baik, Nona!” jawab pelayan itu. Kamelia masih menatap ke arah pintu, sampai dia benar-benar yakin jik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD