Ara bersorak girang begitu dia masuk ke kamar, dia senang sekali karena semuanya berjalan sesuai rencananya. Sedikit hembusan saja, akan membuat api kemarahan Daylon mengakhiri semuanya. “Lancar, semua lancar!” pekiknya kegirangan. “Dengan begini rencanaku untuk mengambil harta kekayaan Takizaki akan berjalan mulus!” BRAK! Ara meloncat kaget mendengar pintu di belakangnya tertutup cukup keras. Dia lalu menoleh horor ke arah belakang dengan jantung berdebar, membayangkan jika itu adalah Hugo ataupun Aksa yang memergokinya tengah berbicara sendiri menjabarkan rencana jahatnya barusan. Tapi kemudian detik itu juga dia menghela nafas lega begitu melihat jika ternyata yang masuk ke kamarnya adalah Sarah. “Ibu ngagetin saja! Bisa nggak ketuk pintu dulu gitu sebelum masuk ke kamar pribadi o

