“Dasar berengsek, bandot tua! Kamu rupanya nggak jauh beda dari laki-laki hidung belang di luar sana, Mas!” teriak Sarah sambil melemparkan beberapa barang ke arah Aksa, suaminya. Aksa Abimana, 50 tahun, lelaki setengah baya itu sibuk menghalangi wajah dan kepalanya dari barang-barang yang dilemparkan istrinya yang sedang mengamuk itu. “Hentikan, Sarah, dengarkan dulu penjelasanku!” seru Aksa sambil mencoba mendekat untuk menghhentikan tingkah gila Sarah. “Apa lagi yang mesti dijelaskan, Aksa Abimana? Kamu jelas-jelas berselingkuh dengan gadis muda yang tingkahnya kayak p*****r itu. Iya, ‘kan?!” teriak Sarah diakhiri dengan hardikan sinis penuh hinaan. Aksa mengepalkan tangannya, tak terima jika Kamelia, gadis yang selama ini menjadi tempat kedua baginya untuk memadu kasih itu disebut

