Pengakuan Kamelia.

1150 Words

Dengan panik Aksa mengemudi menuju rumah sakit, sambil sesekali melihat pada Kamelia yang terduduk pingsan di sebelahnya. Aksa mengikatkan sabuk pengamannya dengan erat, memastikan jika tubuh gadis itu tertahan dengan baik. “Kamelia, bangun, Sayang!” panggil Aksa sambil menyentuh wajah Kamelia, dia mendesah merasakan suhu tubuhnya yang dingin seperti mayat. Ketika mobilnya tiba di RS, Aksa bergegas mengangkat tubuh Kamelia dan berteriak panik memanggil petugas medis, yang mana mereka langsung mengambilkan brankar dan membaringkan Kamelia di atasnya. “Tolong, pastikan dia baik-baik saja!” ucap Aksa dengan penuh nada panik. Seorang dokter memeriksanya lebih dulu. “Tak apa, bawa dia ke UGD!” katanya. Saking paniknya Aksa sampai lupa akan situasi, dia hendak ikut masuk ketika petugas men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD