“Aku merasa jadi anak pertama begini!” celetuk Daylon ketika Zalikha menyiapkan air hangat untuknya mandi. Zalikha terkekeh. “Kan sama saja, kamu yang pertama … eh!” “Apa?” ujar Daylon tersenyum geli melihat wajah Zalikha yang merah padam. Sepertinya istri cantiknya itu ingin melempar candaan namun sadar jika itu sedikit vulgar. Zalikha menggeleng seraya tertawa geli sendiri. “Nggak jadi, ah!” gelaknya malu. Daylon pun gemas jadinya, serta merta dia memeluk pinggang Zalikha dari belakang dan mencium lehernya. Menghirup wangi lembut istrinya itu, yang sekarang sedikit bercampur dengan aroma ASI. “Kamu belum mandi juga, ya?” tanyanya dengan kerling nakal di matanya. Zalikha paham dengan tatapan Daylon terhadapnya, malu-malu dia menggeleng menjawabnya. “Tadi si kembar rewel, aku nggak

