Aksa datang ketika Daylon dan Zalikha hendak berpamitan dari apartemennya. “Ayah sudah di sini, berarti ini saatnya kami pulang!” kata Zalikha tersenyum. Aksa tertawa kecil seraya melingkarkan tagannya di bahu Kamelia, namun perempuan itu menepisnya dengan canggung. Malu dan risih berlaku mesra di hadapan tamunya. Aksa pun hanya mengerling seraya tersenyum geli karenanya. “Terima kasih sudah datang dan menemani,” ucap Kamelia, masih canggung dan bingung bagaimana dia harus memanggil Zalikha. “Sama-sama, sayang sekali aku harus pulang dan tak bisa tinggal lebih lama karena anak-anak pasti sudah menunggu di rumah!” kata Zalikha jujur, dia sudah merasa tidak tenang terpikirkan Zayne dan Jane. “Ya, tadi mereka habis dari dokter untuk jadwal imunisasi, jadi Zalikha mungkin cemas jika merek

