Aksa terus memacu hasratnya di tubuh Sarah, yang sudah tampak lemas tak berdaya di dalam pelukannya. Mereka masih berada di kamar mandi, bercinta dengan panasnya di bawah guyuran air hangat. “Ah, Mas, lagi, Mas … lagi!” erang Sarah, padahal dia sendiri sudah terkulai lemas di dalam bak mandi. Aksa yang baru saja menuntaskan hasratnya, bahkan masih terengah-engah di atasnya. “Sudah, nanti kamu sakit, Sarah!” ujarnya seraya menarik tubuh Sarah agar duduk dengan nyaman. Sarah pasrah saja dalam pelukannya, wanita itu meraih leher Aksa dan kembali meminta ciuman. Aksa memberikannya, hanya kecupan singkat lalu berniat menyudahinya. “Mas!” Sarah menarik lengan Aksa yang hendak melepaskannya. “Sarah, kamu kenapa, sih?” tukas Aksa heran dengan kelakuan istrinya itu. Sarah memberinya tatapa

