Kekhawatiran Aksa

1120 Words

Aksa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia dikuasai emosi dan amarah yang tak terlampiaskan. Pikirannya tertuju pada Kamelia tapi dia tak bisa pergi ke sana dalam keadaan seperti ini, tak mau membuat Kamelia cemas. “Pak?” “Ya, Max,” sahut Aksa menerima panggilan telepon dari Max. Asisten pribadinya itu sepertinya tahu jika dia keluar rumah tengah malam begini. “Ada yang bisa saya bantu, Pak?” tanyanya. Aksa mendengus pelan. “Tak ada, pastikan saja dia dalam keadaan baik-baik saja. Malam ini aku tidur di apartemen,” katanya. “Baik!” jawab Max singkat lalu menyudahi sambungan teleoon. Aksa menghela nafas panjang, setidaknya dia punya Max untuk menjaga Kamelia di sana. Jika Sarah sudah tahu namanya, bukan mustahil jika dia pun akan tahu tempat tinggal istri mudanya itu. Mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD