Aksa bermaksud untuk meminta kunci cadangan kamar pada resepsionis, ketika dia menyadari sesuatu saat melewati kamarnya. Dia kembali mundur dan memeriksa sesuatu di sana. “Hm?” Aksa melihat jika kamarnya terisi. Dahinya mengernyit mengingat jika dia bahkan tak merasa masuk ke kamar sejak datang ke hotel ini, karena terlalu sibuk. Tak masalah jika dia seorang pencuri atau siapapun itu, hanya saja dia juga mencemaskan keadaan Kamelia. Lalu, orang mana yang berani membuka akses pintu kamar suite mewah begini. “Kalau dia pencuri, aku lempar dia ke luar balkon sana!” ujarnya geram. Aksa memegang pegangan pintu, perlahan mendorongnya dan dia semakin terkejut karena pintu itu sama sekali tak terkunci. “b******k! Bagaimana sebenarnya sistem keamanan di hotel ini!” geramnya sambil melangkah

