Jiwa Baru

1152 Words

“HAATCHIH!” Aksa terkejut, cepat dia mematikan air hangat setelah mereka mandi bersama. “Kamelia?” tanyanya dengan kening terlihat. Kamelia tersenyum. “Kamu puas, Mas?” tanyanya dengan mata memerah dan berair. Aksa yang sedang membantu mengeringkan rambutnya, menoleh dan memperhatikan wajah kekasih gelapnya itu. Dia tak menjawab, serta merta meletakkan tangannya di kening Kamelia. Dan sedetik kemudian, dia mendesah pelan dengan ekspresi terkejut di wajahnya. “Astaga, kamu demam!” desahnya cemas. “Nggak apa-apa, mungkin cuma kelelahan,” ucap Kamelia dengan suara sumbang. Namun sedetik kemudian dia kembali bersin-bersin. “Aduh, malah bersin begini!” keluhnya sambil membersit ingus. Aksa mendesah pelan, jelas jika Kamelia jatuh sakit. Apa mungkin karena dia sudah membuatnya terlalu l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD