Rencana Aksa.

1111 Words

“Apa kamu masih nggak sadar jika situasinya berbahaya sejak terakhir itu, Kamelia? Bagaimana jika mereka melakukan hal jahat sama kamu terus aku nggak bisa menolong, pikirkan anak kita juga, Lia!” Kamelia tergagap, air matanya seketika menggenang. “M-maaf, Mas, aku benar-benar tidak berpikir ke sana, aku … aku ….” Aksa sadar dengan apa yang sudah dilakukannya, dia pun mengerjap dan buru-buru memeluk Kamelia dengan erat. “Maaf, Sayang, aku sudah membentak kamu barusan, maaf!” ucapnya seraya mencium kepala Kamelia dengan penuh rasa bersalah. Kamelia tergugu dan menangis sesenggukan, sekian lama mereka bersama, ini pertama kalinya Aksa membentaknya dan itu membuatnya terkejut dan ketakutan jadinya. Aksa menghela nafas berat, sepertinya keberadaan mereka disini sudah tak aman lagi. “S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD