Hugo yang merasa panik pun berniat untuk memanggil dokter, karena Ara tampak begitu kesakitan sambil memegangi perutnya. Hanya saja perempuan itu menahannya. “Bantu aku berdiri!” kata Ara dengan nada marah. Hugo pun menurut dan membantu Ara untuk berdiri dan memeganginya berjalan menuju tempat tidur. Dia pun sigap memposisikan bantal di belakang punggung Ara ketika hendak bersandar. “Kalau misalnya masih sakit, kita panggil dokter saja!” kata Hugo. “Nggak usah!” tepis Ara berang, “kamu ambilkan saja aku minum!” perintahnya kemudian. Sejenak lupa pada ponselnya, Hugo pun bergegas melesat pergi dari kamar untuk mengambilkan air minum. Ara yang melihatnya pun tertawa sambil menghapus air matanya. “Astaga, ternyata dia gampang dibodohi!” ucapnya tertawa sendiri Matanya lalu mengerling

