Daylon menyiapkan semuanya agar Zalikha bisa pulih dengan cepat, dia sampai menjadikan Bu Susan sebagai asisten pribadi istrinya itu. “Maaf, ya, Bu!” ucap Zalikha ketika Bu Susan melayaninya. Bu Susan tersenyum. “Tak apa, saya senang bisa melayani Nyonya lebih dekat seperti ini!” katanya. Zalikha yang merasa tidak enak, dia yang dibesarkan dan dididik dengan penuh adab oleh orang tuanya pun kikuk jadinya. Tapi dia juga tidak bisa menentang keinginan Daylon, dan menghargai perhatian suaminya itu terhadapnya. Ketika itu pintu kamarnya diketuk, mereka pun menoleh ke ambang pintu dan melihat Ara berdiri di sana sambil tersenyum. “Lagi apa, Mbak? Boleh aku masuk?” katanya. Sejenak Zalikha melihat ke arah perut Ara yang sudah membesar. Sekilas rasa sakit menyambar hatinya, mengingat apa ya

