Aksa yakin jika Sarah mengawasi gerak-geriknya, maka dia pun mencoba bersikap biasa saja ketika hendak pulang dari kantor. Jika memang Sarah ada hubungannya dengan kepergian Kamelia, sudah pasti dia akan muncul sendiri, hendak mengklaim kemenangannya. “Kamelia,” desah Aksa ketika dia sampai di rumah, yang terasa sepi dan kosong tanpa adanya istri tersayang. Kamelia selalu menyambutnya dengan senyum manis dan mengajaknya bergegas menuju meja makan. Meski tak selalu memasak dan menyiapkan makan malam, tapi selalu ada saja makanan yang terhidang di meja untuknya. Tapi kali ini semuanya terasa hambar, bak masuk ke dalam gua yang gelap dan dingin. Aksa merebahkan tubuhnya di sofa, hingga tanpa sadar dia pun terlelap dalam gelap karena bahkan terlalu malas untuk menyalakan lampu. Malam mer

