Ara tentu kaget mendengar putusan talak dari mulut Hugo, tak menyangka jika lelaki yang dulu begitu memanjakannya itu kini tega menjatuhkan talak atas dirinya. “Kamu mau menceraikan aku, Hugo? Sungguh?” tukasnya dengan nada tak percaya. Hugo memeluk erat Aruna di dadanya, anak itu mulai tenang meski masih terisak-isak. “Tentu, setelah semua yang terjadi dan kamu tak lagi menghormati aku sebagai suamimu,” ucap Hugo dengan tatapan penuh rasa kecewa. “Hugo–” “Maaf aku tidak bisa memberikan kehidupan yang kamu inginkan, aku masih berusaha tapi rupanya kamu tidak sabar untuk segera kembali ke masa bahagiamu,” Ara, terpaku diam dengan wajah seolah tengah menelan sesuatu yang menyakitkan. Bibirnya bergetar seperti berusaha untuk mengatakan sesuatu, tapi kemudian Hugo sudah terlanjur pergi d

