Setelah menemani Kamelia untuk beberapa saat, Mirna akhirnya pamit karena dia juga harus berangkat kerja. Maka jadilah, Kamelia kembali termangu sendirian setelahnya. Dia menghela nafas dalam-dalam. “Ibu, maaf aku malah sakit!” ucapnya sedih, tak terasa sebutir air mata lolos terjatuh dari sudut matanya. Kamelia segera menghapusnya, tak mau terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Dia bersyukur dan sangat berterima kasih atas pertolongan Aksa, yang dia ingin lakukan sekarang adalah segera sembuh agar bisa bekerja lagi. Tok-Tok! Kamelia menoleh ke ambang pintu, tapi ketika dia terkejut begitu melihat sosok Aksa yang berdiri di sana. “P-Pak Aksa?!” tukasnya kaget, cepat-cepat dia merapikan penamoilannya meski jelas-jelas terlihat pucat dan sedikit berantakan. Aksa berjalan masuk d

