“Jangan terlalu banyak berpikir, fokus saja untuk segera pulih sehingga kamu bisa kembali bekerja,” ucap Aksa menginterupsi lamunan Kamelia. Kamelia mengangguk mengiyakan, mengira jika maksud Aksa mengatakan itu adalah semata ingin segera mendapatkan dirinya. “Tentu, Pak, saya juga bosan hanya duduk diam tanpa melakukan apa-apa,” katanya. Aksa tersenyum. “Kamu kan lagi sakit, wajar saja kalau hanya diam berbaring begini. Memangnya ada orang sakit yang tetap bekerja dengan tangan diinfus?!” kekehnya geli. Kamelia mengerjap, sejenak terpana melihat senyum lebar di wajah Sang Bos yang biasanya selalu terlihat dingin itu. Dia pun tertawa kecil setelahnya. “Bapak nggak tahu saja jika itu sering terjadi di perusahaan-perusahaan lain, yang mana karyawannya diharuskan tetap produktif selama m

