Aksa benar-benar lelah, dia berjalan gontai keluar dari lift menuju unit apartemen di mana Kamelia berada. Dia sudah sangat rindu dengan wangi lembut dari istrinya itu. “Mas? Eh!” Kamelia terkejut begitu dia membuka pintu, Aksa langsung memeluknya erat-erat. “Sebentar saja, biarkan seperti ini!” ucap Aksa memejamkan mata di bahu Kamelia. Kamelia tertegun sejenak, tapi lalu tersenyum dan mengusap punggung Aksa dan menepuknya dengan lembut. Dia tak banyak bertanya dulu, membiarkan sunyi di antara mereka terasa indah dan menenangkan, terlebih bagi Aksa. “Kamu baik sekali!” ucap Aksa seraya melepaskan pelukannya, dibelainya wajah cantik Kamelia yang mendongak menatapnya. Kamelia tersenyum. “Sudah makan? Aku belum masak, mungkin kta pesan makan saja supaya lebih cepat dan praktis, ya!”

