Keesokan harinya, Aksa berniat untuk membawa Kamelia ke suatu tempat. Dia sudah bersiap hendak berangkat ketika Sarah baru saja bangun. “Mas? Mau kemana kamu pagi-pagi begini?” tanyanya dengan suara parau. Aksa melihatnya dari pantulan cermin besar, dilihatnya Sarah yang masih terkantuk-kantuk di atas tempat tidur. Pantaslah matanya masih berat, karena semalam dia pun pulang entah jam berapa. Beruntungnya Aksa tiba di rumah tepat waktu, karena dia juga urung menemui Kamelia. “Ada meeting pagi dengan klien dari Dubai, dia akan take-off pagi ini jadi kami harus bergegas!” jawabnnya seraya mengikatkan dasi di lehernya. Sarah hanya mengangguk mengiyakan, malas berkomentar karena matanya benar-benar berat dan sulit untuk bangun. Pesta liar bersama Jerry dan teman-temannya menguras energinya

