“Ayah!” Zalikha langsung memeluk Aksa ketika ayahnya itu muncul menjenguknya di Rumah sakit. Aksa pun hanya bisa terdiam memeluknya, membelai punggung ringkih putrinya itu sekedar meredakan perasaannya. “Sabar, Nak, ini ujian yang Tuhan berikan, hanya untuk manusia kuat sepertimu!” ucap Aksa, meski suaranya pun bergetar menahan kesedihan. Zalikha terisak seraya mengangguk pelan. Aksa mengurai pelukan dan menghapus air matanya dengan lembut. “Kamu wanita yang kuat, Nak, Papa yakin kamu akan bisa melalui ini dengan tegar!” ucap Aksa tersenyum sendu. Zalikha mengangguk, sejurus kemudian dia menoleh pada Sarah yang juga ikut bersama Aksa. Wanita itu tersenyum menyapanya dengan kaku. “Ibu Sarah,” ucapnya tersenyum tipis. Sarah mendekat seraya menyentuh tangan Zalikha dengan lembut. “K

