“Jangan main-main kamu, Ratih!” tegur Aksa, antara kaget dan tak percaya mendengar kabar buruk itu. “Sabar dulu, Mas. Mana berani Ratih bercanda soal beginian!” tukas Sarah menenangkan suaminya. Ratih mengangguk dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. “Saya dengar dari Bu Susan, Tuan. Tuan Daylon dan Tuan Hugo sudah membawanya ke RS!” katanya lagi. Aksa pun seketika panik karenanya, dia berteriak memerintahkan sopir untuk menyiapkan mobilnya. “Tenang dulu, Mas, kamu nggak bisa pergi dalam keadaan panik begini!” kata Sarah menyentuh bahu Aksa. Aksa terdiam dan menghela nafas panjang, dia mengangguk mengiyakan. “Sebentar aku ambilkan jasmu!” kata Sarah lagi seraya berlalu cepat meraih jas milik Aksa, dia sendiri secepat kilat ke kamar untuk mengambil tasnya. Tak l

