(++) Membayangkan Kamelia.

1106 Words

Malam merangkak semakin larut ketika Sarah tiba di rumah, dia terkejut mendapati Aksa rupanya sudah pulang. “Dia sudah di rumah? Tumben!” gumamya, seketika merasa tegang. Dengan berjalan mengendap-endap, wanita itu menjinjing sepatunya memasuki kamar. Dilihatnya Aksa sudah berada di tempat tidur, berbaring membelakanginya. Itu sedikit melegakan, setidaknya dia bisa berjalan cepat dan masuk ke kamar mandi. “Untung saja!” hembusnya pelan. Sarah segera membersihkan diri, sambil memikirkan alasan jika Aksa bertanya kenapa dia pulang selarut ini. Selama ini dia sudah memakai temannya yang sakit sebagai alibi juga agar bisa meminta uang lebih pada suaminya itu dengan dalih sebagai sumbangan. “Ya, paling yang itu saja!” ujarnya seraya cepat mengeringkan tubuhnya dan berpakaian. Perlahan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD