“Pak,” Aksa yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya, menoleh pada Max yang baru saja masuk ke ruangannya. “Max,” ujarnya seraya melepaskan kacamatanya, “ada kabar apa?” tanyanya. Max menghela nafas berat, wajahnya terlihat muram. “Ada hal yang perlu saya sampaikan perihal Nyonya Sarah,” katanya. Aksa pun langsung beranjak dari kursinya, meminta untuk mereka berbicara di sofa. “Katakan semuanya!” tukasnya dengan nada serius. Max menelan saliva, menghela nafas sebelum membeberkan hasil penyelidikannya tentang Sarah. Apa yang akan disampaikannya, pasti akan mengguncang rumah tangga atasannya itu. “Max!” tukas Aksa tak sabar untuk mendengarkan semuanya. Max mengangguk, tanpa banyak bicara dia mengeluarkan sebuah flashdisk berisi semua bukti perselingkuhan Sarah dengan semua laki-lak

